Lot of Visitors

Kamis, 07 Mei 2015

Mohammad Natsir



MOHAMMAD NATSIR
Catatan ini saya dapatkan pada majalah ALMUSLIMUN
No. 198-Th XVII (33) Muharram 1407/Dzulhijjah 1406 H-September 1986
Satu tahun terakhir ini saya ( kata M. Amin Rais) mendatangi tiga seminar international: pertama, seminar perdamaian yang diadakan oleh Mu’tamar Alam Islami di Islam Abad, Pakistan. Kedua, seminar antar agama di Casablanca, Maroko dan ketiga, seminar Islam International di Kualalumpur, Malaysia.
Satu hal yang sama yang selalu ditanyakan kepada saya oleh berbagai delegasi dalam seminar-seminar itu adalah: “Bagaimana kabar Dr. Natsir sekarang?”  dan biasanya di ikuti dengan kata-kata: “sampaikan salam saya padanya”.
Pada momen-momen seperti itu.. –masih kata M. Amin Rais…-  saya menjadi  makin menyadari bahwa tokoh tua kita Moh. Natsir,  barangkali bisa disebut “ The second grand old man” setelah H. Agus Salim, memang sangat tenar di dunia Islam. Bukan saja kedudukannya sebagai salah seorang tokoh puncak Rabithah Alam Islam dan pemilik “Chair” untuk studi Islam di Universitas Oxford, tapi, Nampak dalam usaha da’wah Islam telah menyebabkan nama Natsir selalu bergaung di dunia Islam.
Kesan saya …, ( kata M. Amin Rais) pak Natsir dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, kesederhanaannya merupakan sifat menonjol yang melekat pada beliau, sebagai bekas perdana mentri dan tokoh Islam International yang tetap aktif. Ketika beliau (M. Natsir) dikeluarkan dari tahanan orde lama, pak Natsir menghadapi masalah “ mencari rumah” nampaknya ketika menjadi mentri penerangan  dan perdana mentri serta ketika memimpin Partai Masyumi  dulu, beliau tidak sempat memikirkan rumah. Inilah M. Natsir, agaknya merupakan manusia langka di zaman sekarang ini.
Bahkan.. ( kata M. Amin Rais), suatu ketika pernah terjadi..  Pak Muis ( tokoh ummat di Banjarmasin yang juga merupakan salah satu teman dekat M. Natsir )  kehabisan bekal di Jakarta sewaktu mau pulang ke Banjarmasin . Merasa sebagai sahabat pak Muis mencoba meminjam uag kepada Pak Natsir yang ketika itu sebagai perdana mentri. Apa jawaban Pak Natsir?? “ kalau mau pinjam uang pribadi kebetulan saya tidak punya. Tapi, saudara bisa pinjam uang dari majalah hikmah yang saya pimpin. Nanti pinjaman itu diperhitungkan dengan majalah hikmah” 
Dari sini dapat difahami kenapa pak Natsir memperoleh kepercayaan Internasional begitu besar,  amanat apapun menjadi ama lewat tangannya. Bahkan mendiang pak Ali Murtopo  pernah meminta pak Natsir untuk menulis surat ke suatu Negara Timur Tengah agar mempermudah pelaksanaan Pinjaman bagi Republik Indonesia. Permintaan itupun dilakukan dengan ikhlas, dan berhasil..
Pada th. 1967 sewaktu saya masih mahasiswa  ( masih kata M. Amin Rais), saya pernah berdesakan di  Sitihinggil pagelaran, kampus UGM untuk mendengar ceramah pak Natsir yang baru saja keluar dari Wisma Keagungan , rumah tahanan orde lama di Madiun. Saya masih ingat ketika itu berebut kursi dengan sdr. Yahya Muhaimin. Saya dan teman-teman mengharapkan pak Natsir akan mendamprat dan mengkritik pedas orde lama, sesuai dengan semangat para mahasiswa waktu itu.
Ternyata kami keliru, tidak sedikitpun ada keritik tajam, apalagi dampratan yang kami ramalkan, hanya kami diingatkan agar pandai-pandai belajar dari sejarah. Beliau tak mau menoleh kebelakang terlalu lama, menatap masa depan jauh lebih penting.
Waktu itu isyu penting di berbagai surat kabar adalah de-ideologisasi sebagai prasyarat modernisasi. Ideologi dituding banyak tokoh intelektual sebagai sumber malapetaka. Yang penting itu program.  Adu program paling baik untuk pembangunan dan isyu-semacamnya.
Ketika  kami para mahasiswa sedang asyik terbuai dengan isyu de-ideologisasi, depolitisasi, deparpolisasi dan pentingnya program,  pak Natsir dalam ceramah di Sithinggil itu kira-kira berakata: “ingat, ideology dan program adalah two sides of the same coin,  dua sisi dari satu mata uang yang sama. Karena  -lanjut pak Natsir..- manusia bukan robot, ia tidak mungkin hidup hanya dengan ideology tanpa program atau hanya dengan program tanpa ideologi”. Kata-kata yang di formulasikan sangat sederhana ini merupakan “eyesopener” sehingga lantas dapat melihat masalah dengan jernih.
Dalam kesempatan informal beberapa tahun yang lalu .. ( kata M. Amin Rais) di Yogyakarta, ketika pak Natsir mengunjungi almarhum pak A.R. Baswedan, kami sempat berbincang dengan beliau. Salah satu komentar  yang menarik dari pak Natsir adalah perlunya kerjasama yang baik antara para cendikiawan Muslimdr berbagai kampus dengan para kiyai di daerah pedesaan.
Ummat Islam di pedesaan perlu sekali memperoleh bimbingan dan merekalah yang menjadi “grassroots”. Fungsi para kiyai menentukan untuk kemajuan ummat pada level ”grassroots”  itu, sehingga harus ada “Partnership” yang harmonis antara para kiyai dan kaum cendikiawan. Harus dihindarkan orientasi elitis dari ara cendikiawan kita. Mereka tidak boleh hidup di menara gading dari seminar ke seminar, dari proyek ke proyek, mereka perlu turun ke bawah dan ikut membangun serta mencerdaskan kehidupan ummat di bawah.
Soal lain yang cukup menarik yang di kemukakan pak Natsir ketika itu, adalah bahwa dalam berusaha membuat amal shaleh yang besar, kita harus cekatan dalam membangun kerjasama ummat. Jangan ada yang ditinggalkan. Istilahnya, rumput keringpun pasti ada manfaatnya. Masalahnya, bagaimana kita harus menempatkan rumput kering itu paa fungsi yang pas. Kita cenderung mudah retak karena teman kita yang kita harapkan untuk bekerja sama berbeda jalan atau berbeda ijtihad. Lantas kita simpulkan bahwa ke-Islaman mereka kurang dan lain sebagainya. Pak Natsir mengatakan bahwa dalam suatu perjalanan yang jauh, tidak semua orang dapat sampai ke garis finish. Ada yang baru seperempat jalan lututnya sudah lemah, ada yang sampai setengah jalan dan ada yang mampu mencapai garis akhir. Jadi tergantung kekuatan masing-masing dan ijtihad mereka harus dihormati.
Dalam pandangan saya, ( kata M. Amin Rais)  Mohammad Natsir adalah contoh seorang democrat par excellence. Tidak saja seperti pendapat Herbert Feith bahwa Natsir adalah democrat dan administrator atau “problem-solver” dalam masalah-masalah kenegaraan seperti halnya Mohammad Hatta dan Syahrir, tetapi sikap demokratik pak Natsir itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. 

Selasa, 19 Agustus 2014

solusi bisnis: Tol Soroja Menuai Prahara

solusi bisnis: Tol Soroja Menuai Prahara: 1.        OYEH BIN H. ISMAIL C.   NO . 720 / 1836, CIKEUEUS 113 – III – 031 – 04 113 – III – 022 – 03 2.      ...

Tol Soroja Menuai Prahara









1.       OYEH BIN H. ISMAIL
C.  NO . 720 / 1836, CIKEUEUS
113 – III – 031 – 04
113 – III – 022 – 03

2.       IFAH BIN H.ISMAIL
C. NO. 443 / 1156, CIKEUEUS
113 – III – 022 – 03
113 – III -  O12 – 01
107 – III – 032 – 07
113 – III – 042 – 06

3.       TI’AH BIN H. ISMAIL
C. NO. 935 / 2333, CIBEUREUM
113 – III – 022 – 03
103 – III – 036 – 79

4.       ENGGEN BIN H. ISMAIL
C. NO. 316 / 837, CIKEUEUS
103 – III – 049 – 69
113 – III – 022 – 03
113 – III – 073 – 10

5.       ASJU BIN H. ISMAIL
C. NO. 19 / 135, CIKEUEUS
103 – III- 038 – 54



DATA TANAH KP. CIKEUEUS CIBEUREUM  2010 KELUARGA IBU TI’AH ( ALM )

1.       Tanah Ibu Ti’ah, sebagai waritsan dari H. Ismail sejumlah no. C 935 /2333
2.       Tanah H. Sholihin pembelian dari H. Undang  (sebagai kuasa jual tanah dari sanusi), yang mana tanah tersebut awalnya milik Rohmah ( biasa di panggil ceu Nyai ) yang dikemudian hari dijual dengan menguasakan tanah tersebut kepada H. Oyeh, kemudian H. Oyeh meminta sejumlah uang kepada Ibu Ti’ah dengan tanpa menyatakan jumlah tanah. Sementara tanah tersebut Ibu Rohmah miliki merupakan waritsan dari ayah beliau yaitu Bapak Ajo. Yang dikemudian hari tanah tersebut Ibu Ti’ah jual kepada bapak Sanusi (±8 tumbak ), dengan tanpa menjual tanah secara keseluruhan dengan maksud menggambil upah dengan tanah sisa penjualan, ( menyisakan rawa yang berada pada sebelah barat)
3.       Tanah Ade Najmuddien, sebagai hibbah dari H. Ismail
4.       Tanah pembelian bapak. Amas dan bapak Ade Najmuddien, sejumlah  ± 8 tumbak
5.       Tanah ibu Ti’ah sebagai pangbati  ( upah ) dari penjualan tanah ceu Rohmah melulalui H. Oyeh/H. Zenal  kepada bapak. Sanusi

Perlu di ketahui bahwa almarhumah ibu Ti’ah meninggal pada tahun 1999
Dan Bpak Ade Najmudien ( anak dari ibu Ti’ah pada tahun 210



Beberapa tahun sepeninggalnya Bapak Ade Najmuddien, mulailah isu bertebaran perihal akan adanya pembebasan lahan untuk jalan tol “soroja” yang tentu saja di ganti untung berlipat ganda ( katanya...), seiring beredarnya cerita tersebut mulailah mencuat banyak cerita perihal kepemilikan tanah yang nyata-nyata merupakan hak milik al-marhum ibu Tiah dan keturunannya dengan no. C. 935/2333 seperti yang di sebutkan di atas, mereka satu sama lain mengeluarkan alibi dan cerita palsu untuk memiliki tanah tersebut, hal tersebut  di picu karena mereka tahu bahwa surat resmi yang dimiliki ibu Ti’ah telah raib entah kemana. H. Oyeh, H. Asmadin, Engkom dan H. Dede ( bos Hpm ) dan bpk. Dadang. Meskipun di kemudian hari Bpak Dadang ( Adik H. Dede-bos Hpm ) menyatakan mundur dari persengketaan karena beliau menilai alasan yang menggugat tidak valid bahkan tidak relevan, dan haji Dede sendiri memposisikan diri hanya sebagai atas nama haji Oyeh, H. Asmadin dan Engkom (katanya...) tidak memposisikan sebagai pengugat. Menurut saya hal ini sangantlah rancu dan tak beralasan mengingat :
1.       Semua keturunan memiliki kikitir c. Masing-masing tentu dengan no dan ukuran masing masing.
2.       Jika benar mereka memiliki bagian di tanah tersebut, mengapa di persengketakan saat ini, bukan saat masih ada bapak Ade Najmudin atau Ibu Ti’ah bahkan lebih beralasan lagi jika dilakukan ketika orang tua mereka meninggal.
3.        Apa alasan kuat mereka menjadi pemilik tanah tersebut??, jika mereka manamakan diri sebagai pemilik sah c. Dengan no 935/2333 lalu c. Yang saat ini mereka miliki milik siapa??
4.       Selanjutnya, apa yang menjadi landasan tanah tersebut harus di miliki h. Oyeh?? Apakah dia beli?? Buktinya apa??
5.       Jika alasan h. Oyeh mengambil hak kepemilikan tanah tersebut karena dia anak yang masih hidup dari h. Ismail maka seyogyanya tanah tersebut di bagi kembali kepada ahli warits bukan di tujukan hanya pada h. Oyeh??
6.       Yang paling mengherankan, H. Undang pihak dari desa Mekarrahayu semena-mena mengalihkan nama kepada h. Oyeh atas dasar apa??
7.       Jika alasannya karena h. Oyeh memberi saksi palsu bahwa ibu Ti’ah telah menjual tanah tersebut kepada bapak Ijud kenapa perangkat desa tidak memanggil bapak Ijud yang saat ini masih hidup untuk di pinta kesaksiannya perihal pembelian tanah dari ibu Ti’ah??
8.       Kemudian, kenapa h. Oyeh membungkam dan melarang ceu Nyai ( Rohmah ) tutup mulut atas hal ini?? Apakah dia takut terbongkar?? Atau orang desa tak tahu silsilah keturunan atau tanah??
Jika demikian adanya, siapa yang salah?? Dimana letak adilnya?? Sudah proforsionalkah?? Atau disinyalir ada propaganda tak bertanggung jawab dari pihak-pihak tertentu??
Ketika dahulu saya sebagai anak dari almarhum bpak ade Najmudin hendak meluruskan masalah kenapa H. Undang bersikeras melarang dan menghalangi saya untuk klarifikasi dengan alasan bahwa segala hal bersangkut paut dengan tanah tersebut sudah di timpakan kepada dia oleh h. Solihin dan bersikeras menegaskan bahwa kepemilikan tanah tersebut mutlak milik ibu Ti’ah dan keturunannya tidak akan ada yang bisa menggugat karena memang mereka tidak punya alasan kuat apalagi data otentik, lalu setelah semua bukti kepemilikan h. Solihin serahkan kepada dia lantas dengan lantang dia menyatakan bahwa kepemilikan tanah mutlak milik h. Oyeh??

Saya sengaja publikasikan masalah ini kehadapan halayak umum bukan untuk menuai masalah, namun berusaha mencari jawaban yang tak saya dapatkan. Siapapun anda yang membaca di persilahkan berkomentar dan memberi solusi terbaik buat kami

Sekian terimakasih

Rabu, 11 Mei 2011

ANDALUSIA


Nama yang dikenal di dunia Arab dan dunia Islam untuk semenanjung liberia. Wilayah itu kini terdiri atas Spanyol dan portugal.
Andalusia dikenal sejak dikuasai Yunani, kemudian oleh kekaisaran Romawi. Pada zaman Romawi agamas Kristen meluas di Andalusia. Setelah itu Andalusia dikuasai kerajaan Visigoth. Karena Raja Roderick (w. 711) memerintah dengan sewenang-wenang, Julian, keluarga Roderick yang menjadi Gubernur Ceuta, menaruh dendam kepadanya. Akibat dendamnya itu Julian meminta bantuan militer kepada kekuasaan Islam.
Ketika itu Dinasty*Umayyah dipegang oleh Khalifah al-Walid bin Abdul Malik (al-Walid I-naik tahta 86 H/705 M), Khalifah ke 6. Ia menunjuk *Musa bin Nusair sebagai gubernur di Afrika Utara. Pada masa kepemimpinan Musa bin Nusair, Afrika bagian barat dapat dikuasai kecuali Sabtah (Ceuta) yang pada waktu itu berada dibawah kekuasaan Bizantium. Ketika inilah pasukan Islam mampu menguasai bagian barat sampai Andalusia Kerja sama yang ditawarkan oleh Juian kepada tentara Islam yang ketika itu dipimpin oleh Musa bin Nusair diterima dengan baik. Setelah mendapat persetujuan dari Khalifah al-Walid I, Musa bin Nusair memerintahkan panglima Tariq bin Abdul Malik an-Nakha’i melakukan penjajakan awal dengan membawa 400 tentara dengan 100 pasukan berkuda memasuki wilayah Andalusia paa tahun 710 . pada tahun 711, Musa bin Nusair mengutus *Tariq bin Ziayad untuk melanjutkan penyerangan ke Andalusia dengan pasukan yang lebih besar. Ini merupakan masa pertama bagi Islam memasuki Andalusia. Tariq bin Ziyad memimpin pasukan yang berjumlah kurang lebih 7.000 orang,( ada juga yang menyebutkan jumlah nya 12.000 orang Barbar) untuk menyerbu Andalusia. Pasukan yang dipimpinnya mendarat di sebuah bukit yang kemudian diabadikan dengan nama “Jabar Thariq” atau Jabraltaar.
Pasukan Tariq bin Ziyad berhasil mengalahkan Raja Roderick yang tewas dalam pertempuran itu. Kemenangan ini menjadi modal baginya untuk menaklukan kota-kota lainnya, seperti Cordoba, Archedonia, Malaga, Elvira, dan akhirnya Toledo yakni pusat kerejaan Visigoth. Mendengar keberhasilan pasukan Islam, maka pada tahun 712 Musa bin Nusair memimpin satu pasukan menuju Andalusia melalui jalan yang tidak dilalui oleh pasukan Thariq. Pasukan musa bin Nusair itu melewati pantai barat semenanjung dan berhasil menaklukan kota-kota yang dilewatinya, antara lain Sevilla dan Merida. Pasukan Musa bin Nusair bertemu dengan pasukan Thariq bin Ziyad di kota Toledo. Dengan bergabungnya dua pasukan, daerah yang ditaklukan semakin meluas sampai keutara seperti Saragosa, Terroofona, dan Barcelona.
Setelah Daulat Bani Umayyah di Damascus di tumbangkan, daulat Abbasyiah berdiri dengan Khalifah pertama Abu Abbas as-Shaffah. Ketika itu juga kepemimipinan di Andalusia berada ditangan Yusuf bin Abdurrahman al-fihr (129 H/746 M-138H/756 M) dari Bani Muzar. Salah seorang dari keluarga Umayyah yang bernama Abdurrahman bin Mu’awiyyah bin Hisyam bin Abdul Malik, yang bergelar Abdurrahman Ad-Dakhil, selamat dari penangkapan Dinasti Abasyiah yang selalu mengejar-ngejar keturunan Umayyah, bahkan berhasil memasuki Andalusia. Setelah berhasil menghadapi berbagai tantangan, antara lain penguasa Andalusia pada waktu itu, akhirnya Abdurrahman bin Muawiiyah berhasil mengambil alih kekuasaan.
Abdurrahman bin Mu’awiyah memasuki wilayah Andalusia ini antara lain karena adanya perselisihan diantara kabilah-kabilah, khususnya masalah interen kabilah Arab dari Qais dan Yaman yang tidak setuju terhadap kepemimpinan Yusuf bin Abdurrahman al-Fihr. Abdurrahman bin Mu’awiyah yang juga mendapat dukungan dari warga umayyah yang telah tinggal di Andalusia, disamping dukungan dari suku Yaman yang sedang bertiakai dengan Yusuf bin Abdurrahman al-fihr
Abdurrahman III manjadikan Andalusia suatu kekhalifahan dengan khalifah yang bergelar amiirul mukminin (912-1031). Gelar khalifah ini selanjutnya selanjutnya dipergunakan oleh pengganti-penggantinya sampai akhir masa pemerintahan Bani Umayyah.
Setelah berakhirnya Bani Umayyah (1031), Andalusia terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil, yang lazim disebut, ‘Muluk at-Tawa’if(raja-raja kelompok/golongan) sebagaimana munculnya dinasti-dinasti kecil ditimur. Dinasti-dinasti itu anatara lain Bani Abbad di Sevilla, Bany Hud di Saragosa, Bani Zun-nun di Toledo, Bani Ziri di Granada, dan Bani Nasir pada tahun 1232-1492.
Ketiga dinasti tersebutdi atas mencapai kemajuan diberbagai bidang dan mengalami zaman keemasan ilmu pengetahuan dengan berhasil memunculkan lembaga-lembaga pendidikan terkenal yang kemudian menelurkan para ilmuan ternama.
Ilmu pengetahuan berkembang dengan perantaraan bahasa Arab. Orang-orang Andalusia baik muslim ataupun Non-muslim, menerima dan mempelajari bahasa Arab. Akibatnya, lahirlah beberapa ahli bahasa diantaranya Ibnu Khuruf, Ibnu al-Hajj, Abu Hasan, Ibnu Asfur, Abu Hayyan al-Gharnati, dan Ibnu Malik yang mengarang kitab al-fiyah (buku tata bahasa Arab yang disusun dalam bentuk seribu bait syair).
Filsuf-filsuf besar yang lahir dalam periode ini antara lain ibnu Tufail (w.1185) yang menulis buku Hayy ibn Yaqzan (buku filsafat yang berisikan cerita seorang anak yang dipelihara oleh rusa; filsafat akal dan wahyu); Ibnu Bajjah (w.1138) yang dalam literatur Barat dikenal dengan ”Avenpace” dan merupakan komentator karya-karya Aristoteles, ahli fisika dan ahli musik; karyanya yang utama adalah Tadbir al-Mutawahid (susunan yang menyatu); kemudian Ibnu Rusyd (1126-1198) yang memberikan jawaban atas serangan al-Ghazali dalam bukunya ‘Tahafut at-Tahfut’ (kerancuan dari kerancuan), dan komentar terhadap kary Aristoteles Jami’ Talkhis (rangkuman yang lengkap). Karena pengaruhnya yang besar, di Eropa muncul suatu aliran filsafat yang dikenal dengan nama Averoisme.
Disamping ilmu-ilmu aqli (ilmu yang berdasarkan pada penalaran rasional) berkembang pula ilmu-ilmu naqli (ilmu yang berdasarkan kepada al-Qur’an dan al-Hadits). Dibidang tafsir al-qur’an, Andalusia melahirkan nama-nama, antara lain Ibnu Atiah (w.546 H) dan al-Qurtuby (w.671H). dua mufasir ini mengggunakan metode penulisan ath-Thabari yang dikenal dengan tafsir bi al-Ma’sur. Dibidang hadits, terdapat para pakar seperti Ibnu Waddah bin Abdul Barr, al-Qadi bin Yahya al-Laisi, Abdul Walid al-Baji, Abdul Walid bin Rusyd dan Abu Asim yang menulis kitab at-Tuhfah (persembahan). Dalam bidang fikih/syareat muncul beberapa ilmuwan terkemuka, umpamanya Abu Bakar al-qutiayah, Ibnu Hazm yang menulis kitab al-Muhalla (tentang fiqih) dan al-Ihkam fie Ushul al-Ahkam (tentang usul fiqih), Munzir bin Said al Balluti (w.355 H) yang pernah menjadi hakim agung di masa pemerintahan Abdurrahman III dan Ibnu Rusyd dengan kitabnya Bidayah al-Mujtahid (permulaan bagi seorang Mujtahid). Disamping itu dalam bidang tasawuf, Andalusia memiliki nama-nama seperti Muhyidin Ibnu Arabi, sufi ternama yang menghasilkan banyak karya tulis, antara lain al-Futuhat al-Makiyyah(penaklukan makkah), dan terkenal denga paham Wahdatul Wujud (kesatuan wujud)
Dibidang kedokteran Andalusia juga mencapai kejayaannya. Cordoba sebagai salah satu pusat aktivitas medis telah melahirkan beberapa ilmuwan terkemuka. Diantara ilmuwan yang banyak jasanya terhadap perkembangan ilmu medis Islam ialah Ibnu Rusyd yang menghasilkan karya besar kita al-Kulliyat fi at-Tibb(tentang filsafat dalam ilmu kedokteran), suatu kitab referensi yang dipakai selama berabad-abad di Eropa. Dibidang obat-obatan dikenal nama-nama seperti Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad al-Ghafiqi (w.1165) dengan karyanya al-Adawiyah al-mufrodah (uraian tentang berb agai macam obat).
Dalam bidang pertanian, Andalusia sudah mengenal irigasi dan saluran-saluran air. Dengan pembangunan irigasi yang baik mereka dapat membangun kebun-kebun tebu,kapas, padi, jeruk, anggur dsb. Kemajuan dalam bidang ini membawa kemakmuran dan kesejahteraan kepada masyarakat. Karena kemajuan ekonomi, Andalusia mampu membangun beberapa kota yang megah dan memnpunyai banyak bangunan monumental. Abdurrahman III membangun kota Cordoba sebagi pusat pemerintahan. Kota Cordoba dilengkapi dengan taman, istana, jalan-jalan, masjid, perpustakaan, perkantoran dll. Kota termegah adalah az-Zahra yang dibangun oleh Abdurrahman III dan kota Granada yang cantik dan megah yang memiliki Alhambra yaang sangat terkenal diseluruh dunia. Cordoba juga terkenal dengan Universitasnya, yaitu Universitas Cordoba. Universitas ini memiliki kampus yang luas dan megah yang dibangun oleh al-Hakam II Abdurrahman III (961-976).
Kemajuan dibidang seni, seperti arsitektur dan design, dapat dilihat dari keindahan Masjid Cordoba yang dibangun pada masa Abdurrahman ad-Dakhil. Dibidang sastra, Andalusia memunculkan nama seperti Ibnu Sayidar al-Andalusi yang menulis kitab al-Mu’jam (ensiklopedi) dan Muhammad bin Hani’ yang menulis al-Andalus (uraian tentang Andalusia). Dibidang sejarah, dikenal Ibnu qutiya (w.927), penulis bukuTarikh Iftitah al-Andalus yang berisi sejarah penaklukan Andalusia sampai dengan masa awal kekuasaan Abdurrahman III.
Dalam bidang geografi, dari Andalusia muncul nama-nama cemerlang seperti Ibnu Abdul Aziz al-Bahri (w.1094) dengan karyanya al-masalik wa al-mamalik (tentang geografi), al-Idrisi (1100-1166), abul Husain Muhammad bin Ahmad al Kinani bin Jubair (1145)dengan karyanya Rihlah (suatu perjalanan), dan Muhammad al-Mazini (1080-1170), seorang ahli geografi terkenal.
Dalam bidang Astronomim, terkenal nama-nama az-Zarqali (1029)di Toledo dan Abul Qasim Maslama bin Ahmad al-Farabi al-Hasib al-Majriti (w. 1007) di Cordoba, yang merupakan ilmuwan terkemuka Muslim Andalusia angkatan pertama. Selain itu, muncul Jabir bin Aflah Abu Muhammad (1204) di Sevilla yang menulis kitab al-Hai’a yang memuat angka-angka trigonometri yang masih digunakan sampai sekarang, dan Nuruddin Abu Ishaq al-Bitruji (w.1204) yang menulis kitab al-Hai’a. Karya-karya astronom muslim ini telah banyak menyumbangkan istilah yang berasal dari bahasa Arab kedalam perbendaharaan ilmu astronomi dan matematika.
Andalusia di bawah kekuasaan Islam mengalami kemajuan pesat dan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan sehingga menjadi tujuan pencari ilmu di Abad pertengahan. Kemajuan tersebut secara berangsur-angsur pudar dan akhirnya hilang. Yang tinggal adalah peninggalan sejarah masa lampau yang gemilang. Munculnya dinasti-dinasty kecil mengakibatkan disintegrasi kekuatan Islam di Andalusia. Mereka saling berperang dan bahkan diadu domba oleh pihak ketiga. Sementara dinasti-dinasti kecil saling berperang, orang keristen menyatukan diri untuk menaklukan orang Islam dan mengusirnya dari Andalusia. Secara politik, kekuatan Islam berakhir pada penghujung abad ke-15 yang ditandai dengan kekalahan demi kekalahan kerajaan Islam. Pada tahun 1469 kerajaan Ferdinand dari Aragon dan kerajaan Isabella dari Castilia bersatu menyerang kekuatan Islam dibawah kekuasaan Dinasty Ahmar di Granada yang terkenal dengan Alhamra. Pada tanggal 2 januari 1492/2 Rabiul awal 897, ibukota Granada dikepung dan ditaklukan oleh penguasa Kristen.
Setelah orang kristen menguasai orang Andalusia, gerakan kristenisasi dilaksanakan, yaitu memaksa orang menganut kembali agama kristen. Kardinal Ximenes de Cisneros menyingkirkan semua buku Arab yang menguraikan agama Islam dan membakarnya. Pada tahun 1556, Raja Philip II (Raja Spanyol 1156-1598) mengumumkan suatu undang-undang agar kaum muslimin yang masih tinggal di Andalusia membuang kepercayaan, bahasa, adat istiadat dan cara hidupnya. Pada tahun 1609 Raja Philip III (1598-1621)mengusir secara paksa semua kaum muslimin dari Andalusia atau mereka dihadapkan pada dua pilihan, masuk kristen atau keluar dari Andalusia.

Sabtu, 07 Mei 2011


INILAH.COM, Jakarta - Keaslian foto Briptu Norman sedang berciuman dengan seorang wanita sedang ditelusuri Mabes Polri.

Wanita yang ada di foto tersebut bukanlah pacar Briptu Norman, Indriani Hamani. Dilihat dari bentuk hidung maupun bibir berbeda.

Indriani boleh dibilang pacar yang pengertian. Ketika Briptu Norman sibuk show dan syuting di Jakarta, ia sabar menanti.

Indriani tidak cemburu ketika melihat pacarnya dikelilingi artis Ibukota. Waktu kabar Briptu Norman bakal dimutasi ke Jakarta, ia pasrah.

Sebagaimana diberitakan, kabar tidak sedap menyerang Briptu Norman Kamaru. Di Internet, foto orang mirip dirinya berciuman dengan seorang gadis beredar.

Link ke situs MaxalanganDesignblog.blogspot
MEMAHAMI “ HTML” DENGAN SINGKAT (untuk pemula)

Pada dasarnya “HTML ( Hypertext Mark-up Language” adalah dokumen yang mampu berinteraksi satu dokumen dengan dokumen lain, HTML bukanlah bahasa pemograman, melainkan bahasa pengkodean, tampilan Word Wide Web. Ketika kita melakukan pengetikan pada Office Word maka file yang dihasilkan adalah (*.doc) tapi untuk html ini maka file yang dihasilkan adalah (*.html)
Dasar dari file HTML adalah file teks yang terdiri dari kode-kode ASCII, kode yang diketik dalam bentuk teks dan disimpan kedalam file (*.html) seperti di sebutkan di atas atau biasa kita kenal dengan istilah lain “script” dan biasa dilakukan pada program “NotePad”
FORMAT DASAR HTM
Dalam perintah penulisan tidak ada perbedaan antara hurup besar dan kecil, setiap satu intruksi diawali dan diakhiri dengan satu tag, adapun perbedaannya untuk tag awal tidak pakai slash tapi untuk tag terakhir memakai slash (“/”)
Contoh:
<B>Pengunjung</B>
Dalam tag tersebut, kata “Pengunjung” ditulis dengan bold dari awal perintah hingga akhir, adapun susunanannya sbb:
<HTML>
                <HEAD>
                              ....................
                             Informasi halaman                Block HEAD, judul, tanggal, penggunaan bahasa dll.
                              ....................
                </HEAD>

              <BODY>
                              ..................
                               Isi halaman anda                  Block BODY, informasi pada halaman web melalui browser
                              ....................
                  </BODY>
</HTML>
Contoh 1



HTML>
                <HEAD>
                                  <TITLE>Website Lalan Hadiansyah</TITLE>
                </HEAD>

              <BODY>
                              Selamat Datang
                               Hallo,
                               Selamat! Anda telah berada pada homepage latihan saya,
                               Perkenalkan nama saya Lalan Hadiansyah, bergelut dibidang percetakan kartu 
                               nama, id, kartu siswa/karyawan, pin dll.
                               Jika anda berminat atau hendak kerja sama silahkan hubungi saya di   
                               no.02292090078
            </BODY>
</HTML>
Contoh 2

Tag “H” merupakan Headline dari halaman yang dapat digunakan adalah dari H1 sampai H6, yang dimana H1 menampilkan ukuran hurup terbesar dan H6 headline terkecil.
H3 atau <P> adalah salah satu dari beberapa tag yang tidak mesti berpasangan tag ini digunakan pada akhir paragrap. Ketika browser menampilkan paragraf tersebut, pada baris sesudahnya akan dikosongkan satu baris untuk membedakan dengan paragraf lain.
Selanjutnya kita juga akan mendapati tag <br>, digunakan untuk memisahkan satu teks dengan teks kebaris berikutnya, tanpa ada pemisahan akibat tag tadi (<P>)
Contoh
<HTML>
                <HEAD>
                                  <TITLE>Website Lalan Hadiansyah</TITLE>
                </HEAD>

              <BODY>
                              <h1>Selamat Datang</h1>

                              <P> Hallo,
                               Selamat! Anda telah berada pada homepage latihan saya,
                               Perkenalkan nama saya Lalan Hadiansyah, bergelut dibidang percetakan kartu 
                               nama, id, kartu siswa/karyawan, pin dll.</P>
                               Jika anda berminat atau hendak kerja sama silahkan hubungi saya di<br>   
                               no.02292090078<br>
            </BODY>
</HTML>
Contoh 3


Dan untuk lebih memahami format huruf sebaiknya anda perhatikan bagan di bawah ini
TAG
PENGARUH PADA TEKS
<b>  . . .  </b>
Tebal
<i>  . . .   </i>
Miring
<u>  . . .  </u>
Garis bawah
<s>  . . .   </s>
Coretan
<big>  . . .   </big>
Membesarkan
<small>  . . .   </small>
Memperkecil
<sub>  . . .   </sub>
Agak kebawah
<sup>  . . .  </sup>
Agak keatas

Demikianlah sekelumit tentang pengaplikasin HTML, mudah-mudahan bermanfaat.
Untuk pembahasan selanjutnya akan kita bahas pada kesempatan lain, Insya Alloh...